Cari

catatan harian trie

moment, story, and my cup of coffee

Kesabaran Revolusioner

“Perobahan dan perbaikan hidup

dan peri kehidupan rakyat

harus di ikuti

oleh rakyat itu sendiri.”

-Djohan Sjahroezah-

djohan sjahroezah

Featured post

Di Dunia, Fana dan Semakin MENGGILA

Yang kaya semakin gila
Yang miskin mati tertiup angin
Apakah dunia hanya bagi raja ?
Mati pun dapat ia pungkiri ?

Angin kencang bertiup dari barat
Menghembus rakus yang ia hampiri

Featured post

Ngagelendeng

Hay . . .
Lama tak jumpa ya. Akhir-akhir ini banyak sekali hal yang menumpuk dalam pikiran.

Terakhir adalah ruang publik tepatnya fasilitas umum untuk kegiatan sosial, ekonomi dan lingkungan. Ya, tidak habis pikir ternyata pelaksana pemerintahan kita terlalu asik bermain dengan para pegusaha penyedia jasa pembangunan untuk menjadi sebuah proyek asal jadi. loh kok bisa ya??

Ya, bayangkan saja di daerah / kota sekecil cirebon untuk pembangunan infrastruktur anggarannya dari negara sebesar 96 Miliyar, Miliyar loh. Tapi dalam realitanya kualitas pembangunannya udah cepet rusak. ngga habis pikir ternyata pemimpin kita masih memikirkan kepentingan pribadi atau orang terdekatnya saja.

Tahu ngga sih, dampak dari pembangunan yang abal-abal itu banyak banget, bahkan bisa ngilangin jiwa seseorang bukan hanya harta. Sebagai masyarakat yang punya hak dan kewajiban dalam berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini menjadi lebih baik tolong dong di urus dengan bener kalo kontraktor emang curang, atau para pengawas pemerintahan, ayo dong! diperiksa eksekutifnya biar jelas ada kecurangan atau ngga, jangan diem ajah dan kita malah mikir semua bagian pemerintahan ga ada yang bersih.

Dan yang ga kalah penting laksanain pembangunan dengan perencanaan yang baik dan benar juga dalam pelaksanaannya biar masyarakat merasakan dampak pembangunan yang baik dan bisa sejahtera.

Kita bernegara bukan untuk terus-terusan dibodohi, bukan pula untuk diperas bahkan ditindas, tapi kami ingin keadilan biar hidup makmur dan sejahtera.

Purnamaku

Hai. . . Apa kabar kau purnama?

Aku tau, ada rindu disana

Tak apa kabut tipis itu menghalangi

Biar angin yang buatnya bertepi
Hai. . . Jangan sedih pernama

Malam adalah milikmu sudah

Biarlah yang mengatur itu alam ini

Hingga jumpa sang matahari

Kabut, mendung dan awan mungkin mengganggu

Tak apa! Sesekali, lautan mengharu

Putaran demi putaran akan melatih

Bahwa hidup bukan untuk merintih

Sampai jumpa purnama

Sampai jumpa disana

Mencari Siliwangi

Ngahyang! Terbang!

Silih asah, silih asih, silih asuh
Dengan wajah yang lusuh
Pandangan  hidup kini tak tentu
Apa itu ?

Silih asah, silih asih, silih asuh
Serdadu manusia saling beradu
Tak tau siapa yang bercumbu
Siapa itu?

Silih asah, silih asih, silih asuh
Menjaga badan yang menjadi debu
Perjalanan darah yang menyatu
Dimana itu?

Siliwangi! Silih wawangi
Dunia kini mencari
Atau menunggu semua MATI

Lepas Saja

Sebuah hal yg menurut saya sangat lucu juga membuat marah. Apa yang salah dengan berhubungan dengan orang lain berteman, berkumpul, dan diskusi ?.

Aneh ketika rasa memiliki semakin tinggi hingga melepas akal sehat untuk bertindak apapun agar apa yang merasa dimiliki tidak diambil orang.

Saya ingin terlahir bebas bukan terikat untuk satu orang ataupun kelompok. Bukan pula dibatasi. 

Biarkan saya dengan ruang yang saya bangun tanpa campur tangan orang yang mengekang penuh curiga. 

SAYA MANUSIA MERDEKA

Hari Muda Yang Terasa Tua

Dini hari ini saya merasa dikagetkan dengan kehidupan mahasiswa di kampus yang makin hari makin kental rasa malas untuk mengkaji masalah rakyat hari ini.

Kalimat yang sering saya dengar dulu “membiasakan kebenaran bukan membenarkan kebiasaan” hanya slogan semata. Diam dan pasrah ditekan menjadi budak didalam kelas yang penuh tugas tanpa esensi ilmu pengetahuan.

Sekarang

Takan lagi suatu saat untuk berubah
Suatu saat hanya kehendak tuhan

Misteri

Apa yang kita pikirkan
Apa yang kita inginkan

Lakukan Sekarang

Papan Catur Bapak

Pion dipasangkan pada hitam-putih
Langkah demi langkah sang bocah maju
Penuh ancaman dia hadapi
Gelas teh terus diteguk dengan nikmat bersama rokok yang Dia hisap

Sang lawan berpikir keras melanjutkan strateginya
Tak peduli suara jangkrik yang meramaikan pertarungan
Hingga tiba sang benteng yang kaku membelah jalan

Bulan pun asik melihatnya
Dan tersenyum saat Raja terdesak
Bapak luncurkan serangan mematikan dengan menteri dan kuda hitam pekat
Lima bocah yang tumbang tak kenal takut memberi jalan kemenangan
Tak perlu ingin di ingat terus maju dan tak mungkin mundur

Memulai Perubahan : Baca, Tulis dan Diskusi

“Seniman tidak diminta bekerja sama dengan tiran atau sebaliknya, meninabobokan penderitaan yang terkandung dalam dirinya dan dialami banyak orang.”
-Albert Camus

Yang Di Persemaian

Kopi yang ku tanam dua bulan yang lalu

image

Seneng 🙂

WordPress.com.

Atas ↑